Spanning Tree Protocol (STP) adalah sebuah protocol yang digunakan untuk mencegah terjadinya network loop, dengan cara menemukan redundant link,lalu memblock link tersebut.
STP dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
- Rapid Spanning Tree Protocol
- Multiple SPT
Rapid Spanning Tree Protocol (RSTP) - IEEE 8o2.1w
STP
menangani transisi dari kondisi aktif menuju kondisi forward ke setiap
port dalam waktu 30 hngga 180 derik. Sedangkan RSTP dapat mempersingkat
waktu transisi.
Multiple Spanning Tree (MST) - IEEE 8o2.1s
Switch
yang mendukung VLAN dan akan menjalankan sebuah proses Spanning Tree
per-VLAN. Jika switch tersebut mendukung ratusan VLAN maka ratusan
proses Spanning Tree harus dilakukan. Kondisi ini kurang bagus kerena
akan menguras tenaga (CPU pada switch) dan memperlambat pemulihan jika
tejadi masalah network.
Ada 4 kriteria pembentukan Tree Topology, yaitu :
- Menentukan Bridge ID paling rendah
- menentukan Root path cost paling rendah
- Menentukan Sender Bridge ID paling rendah
- Menentukan sender Port ID paling rendah
STP akan melakukan pemilihan untuk menentukan :
- Sebuah Root Bridge
- Sebuah Root Port
- Sebuah Designated port untuk setiap segmen network
STP akan melakukan pemilihan untuk menentukan :
- Sebuah Root Bridge
- Sebuah Root port untuk setiap segmen network
Jenis-jens Spanning Tree Protocol, yaitu :
- hCommon Spanning Tree (CST) Mengikuti standar IEEE 8o2.1Q dan hanya mengizinkan sebuah proses/instan STP untuk semua VLAN. Semua CST BPDU akan melalui trunk link menggunakan native VLAN dengan untagged frames.
- Per-VLAN Spanning Tree (PVST) Dapat mengaktifkan banyak instan STP. Masing-masing VLAN ditangani oleh instan STP yang berbeda sehingga masing-masing STP dapat dikonfigurasi secara terpisah. Performanya lebih baik dibanding CST. PVST dibuat dan dimiliki ole Cisco, jadi hanya dapat digunakan oleh perangat buatan Cisco.
- Per-VLAN Spanning Tree Plus (PVST+) Mendukung CST dan PVST. Sehingga dapat digunakan bersama perangkat lainnya (non-Cisco).
Kelebihan STP :
- Spanning Tree Protocol menyediakan line/jalur dan mencegah loop yang tidak diinginkan pada satu jaringan yang punya beberapa jalur menuju satu tujuan dari host
- Menghindari Trafic Bandwith yang tinggi cadangan mesegmentasi jalur akses melalui switch
Tugas Utama STP :
- Menghentikan terjadinya loop-loop network pada network layer 2 (bridge atau switch). STP secara terus menerus memonitor network untuk menemukan semua link, memastikan bahwa tidak ada loop yang terjadi dengan cara mematikan semua link yang redundant. STP menggunakan algoritma yang disebut spanning-tree algorithm (STA) untuk menciptakan sebuah topologi database, kemudian mencari dan menghancurkan link-link redundant. Dengan menjalankan STP, frame frame hanya akan diteruskan pada link-link utama yang dipilih oleh STP.
- Problem utama yang bisa dihindari dengan adanya STP adalah Broadcast storms.Broadcast storm menyebabkan frame broadcasts (atau multicast atau unicast yang destination addressnya belum diketahui oleh switch) terus berputar-putar (looping) dalam network tanpa henti.
- Menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak di inginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
Konsep PVST+
Per
VLAN spanning tree ( PVST dan PVST +, merupakan protokol standar yang
digunakan oleh switch Cisco). PVST dan PVST + protokol Cisco protokol
proprietary dan mereka tidak dapat digunakan pada 3 switch pihak, meskipun
Force10 Networks dan Extreme Networks dukungan PVST +, Extreme Networks
melakukannya dengan dua keterbatasan (kurangnya dukungan pada port mana VLAN
yang ditandai / asli dan juga pada VLAN dengan ID 1). PVST hanya bekerja dengan
ISL (proprietary protokol's Cisco untuk VLAN enkapsulasi) karena pohon
merentang ID tertanam nya. Karena penetrasi tinggi dari IEEE 802.1Q VLAN
trunking standar dan Teman-ketergantungan PVST di ISL, Cisco mendefinisikan
PVST berbeda + standar untuk 802.1Q enkapsulasi. PVST bisa terowongan +
melintasi MSTP Daerah.
Konfigurasi PVST+
Tidak ada komentar:
Posting Komentar